1. Pengertian Penilaian Autentik Dalam Pembelajaran
Penilaian autentik (authentic assessment) merupakan cerminan nyata (the real mirror) dari kondisi pembelajaran siswa (Ismet, 2016: 168). Penilaian autentik marupakan suatu proses pengumpulan data/informasi tentang pengetahuan dan pengukuran kinerja siswa secara nyata dalam proses pembelajaran. Penilaian autentik mengarahkan perserta didik untuk menghasilkan ide, mengintegrasikan pengetahuan, dan menyempurnakan tugas yang terkait dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia nyata. Perserta didik dapat menunjukkan apa yang telah dipelajarinya dan kompetensi apa yang telah dikuasainya setelah mengikuti proses pembelajaran. Kompetensi yang ditunjukkan dapat berupa keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia nyata. Penilaian yang dilakukan secara benar akan banyak menfaatnya karena dari hasil penilaian itu akan diperoleh umpan balik yang berharga bagi perserta didik maupun proses pendidikan.
2. Prinsip-Prinsip Asesmen Autentik
Penilaian hasil belajar perserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip yaitu, objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel dan edukatif. Untuk lebih jelas prnsip- prinsip penilaian autentik dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar (posedur dan kireterial yang jelas) dan tidak dipengaruhi faktor subjektifitas penilai.
b. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
c. Ekonomis, berarti penilaian yang efesien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
d. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan dapat di akses oleh semua pihak.
e. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan karena pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
f. Edukatif, berarti pendidik dan motivasi perserta didik dan guru.
g. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
3. Karakteristik Penilaian Autentik
Ada beberapa karakteristik penilaian autentik sebagai berikut:
a. Berpusat pada perserta didik
b. Merupakan bagian terintegrasi dari proses belajar dan mengajar
c. Bersifat kontekstual dan bergantung pada konten pelajaran
d. Merefleksikan kompleksitas belajar
e. Menggunakan metode/prosedur yang berpariasi
f. Menginformasikan cara pembelajaran atau program pengembangan yang seharusnya dilakukan, dan Bersifat kualitatif.
4. Teknik dan Instrumen Penilaian Autentik
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian autentik adalah penilaian kompetensi sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan (Permendikbud No. 66 Tahun 2013). Untuk lebih jelas teknik dan instrumen penilaian autentik dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Penilaian kompotensi sikap
1) Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung.
2) Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk menemukan kelebihan atau kekurangan dirinya dalam konteks pencapain kompotensi.
3) Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara memintak peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompotensi.
4) Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan diluar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
1) Instrument tes tertulis berupa soal penilaian pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
2) Instrument tes lisan berupa daftar pertanyaan.
3) Instrmen penugasan berupa pekerjaan rumah dan projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
c. Penilaian Kompetensi Keterampilan
1) Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai
dengan tuntutan kompotensi.
2) Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
3) Penilaian fortofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik.
B. Penilaian Portofolio
1. Pengertian Penilaian Portofolio
Secara etimologi, portofolio berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan dari report) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Jadi portofolio berarti laporan lengkap segala aktivitas seseorang yang dilakukannya.
Menurut Surapranata dan Muhammad Hatta (2004) Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu.
Penilaian portofolio merupakan satu metode penilaian berkesinambungan, dengan mengumpulkan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang (Pomham, 198).
Jadi Penilaian Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Portofolio dalam arti ini, dapat digunakan sebagai
instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa.
2. Tujuan Penilaian Portofolio
Menurut Pomham, (2022) Tujuan penilaian portofolio adalah :
1. Menghargai perkembangan yang dialami siswa.
2. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung.
3. Memberi perhatian atas prestasi kerja siswa yang terbaik.
4. Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi.
5. Meningkatkan efektivitas proses pengajaran.
6. Bertukar informasi dengan orang tua /wali dan guru lain.
7. Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa.
8. Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri.
9. Membantu siswa dalam merumuskan tujuan.
Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat untuk melihat
1. perkembangan tanggung jawab siswa dalam belajar
2. perluasan dimensi belajar
3. pembaharuan kembali proses belajar-mengajar
4. penekanan pada pengembangan pandangan siswa dalam belajar
5. Meningkatkan interaksi antara siswa dengan guru untuk mencapai suatu tujuan
3. Manfaat Penilian Portofolio
Menurut Realin Setiamihardja (2009) Berikut ini sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dalam penerapan penilaian portofolio.
1. Guru dapat menilai perkembangan dan kemajuan siswa
2. Siswa menjadi partner dengan gurunya dalam hal proses penilaian
3. Siswa dapat merefleksikan dirinya sesuai bakat dan kemampuannya
4. Penilaian tersebut mampu menilai secara obyektif terhadap individu
5. Meningkatkan interaksi antara siswa dengan guru untuk mencapai suatu tujuan
4. Keunggulan Dan Kelemahan Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio memiliki keunggulan dan tentunya kelemahan dalam pelaksanaannya di kelas. Keunggulan yang dari penggunaan penilaian portofolio dapat dilihat dari kondisi-kondisi di bawah ini sebagai berikut:
1. Penilaian portofolio dapat menolong guru melakukan dan mengevaluasi kemampuan dan peserta disidik sesuai dengan harapan tanpa mengurangi kreativitas peserta didik di kelas. Penilaian portofolio juga dapat menolong peserta
didik untuk bertanggung jawab terhadap apa yang mereka kerjakan di kelas dan meningkatkan peran serta mereka dalam kegiatan pembelajaran..
2. Akuntabilitas Penilaian portofolio menekankan pada keadaan yang dapat dipertanggungjawabkan (akuntability). Hal ini dapat dilihat dari adanya kerja sama antara guru, siswa dan orang tua. Jadi bukan semata-mata guru yang memberikan penilaian, tetapi atas sepengetahuan siswa dan orang tua.
3. Peserta Didik Sebagai Individu yang Peran Aktif Peserta Didik Ciri khas dari penilaian portofolio adalah memungkinkan guru untuk melihat peserta didik sebagai individu yang masing masing memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kelebihan tersendiri. Ini sangat berguna manakala program evaluasi sangat fleksibel dan lebih menekankan pada tujuan individual sehingga memungkinkan peran aktif dalam proses penilaian, dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan mereka
4. Identifikasi Penilaian portofolio dapat mengklasifikasi dan mengidentifikasi program pengajaran dan memungkinkan untuk mendokumentasikan “pemikiran” di samping pengembangan program, sehingga kriteria portofolio akan berpengaruh terhadap penentuan tujuan pembelajaran (indikator pencapaian hasil belajar)
5. Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat Penilaian portofolio melibatkan orang tua da masyarakat untuk berperan serta dalam melibatkan pencapaian kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan konteks kurikulum dibandingkan dengan hanya melihat angka-angka tes yang selama ini dihasilkan.
Kelemahan:
1. Membutuhkan waktu yang relatif lama dalam pengumpulan dan analisis data.
2. Menuntut ketelitian dan kejujuran dalam penyusunan serta penilaian karya.
3. Diperlukan keterampilan guru dalam merancang kriteria dan rubrik penilaian yang tepat.
5. Prinsip-Prinsip Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio ada lima prinsip utama, yaitu saling mempercayai, kerahasiaan, milik bersama, kepuasan, dan kesesuaian. Kelima prinsip ini terkait satu dengan yang lain dan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.
1. Prinsip Keautentikan (Authenticity)
Penilaian portofolio harus menggambarkan kemampuan peserta didik dalam situasi yang nyata dan relevan dengan kehidupan. Artinya, tugas-tugas yang dikumpulkan dalam portofolio bukan tugas buatan semata, tetapi mencerminkan penerapan konsep dan keterampilan yang nyata. Contoh: portofolio sains berisi hasil eksperimen nyata, bukan hanya laporan hasil ulangan.
2. Prinsip Berkelanjutan (Continuity)
Penilaian portofolio dilakukan secara berkesinambungan dari waktu ke waktu, bukan hanya pada satu titik penilaian. Setiap karya yang dikumpulkan menunjukkan proses perkembangan belajar peserta didik, dari yang sederhana menujuyangkompleks. Artinya, guru menilai bagaimana peserta didik belajar dan memperbaiki diri, bukan hanya hasil akhirnya.
3. Prinsip Komprehensif (Comprehensiveness)
Penilaian portofolio mencakup berbagai aspek kompetensi — pengetahuan, keterampilan, dan sikap — sehingga hasilnya memberikan gambaran menyeluruh tentang kemampuan peserta didik. Contohnya: dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, portofolio dapat berisi karangan, refleksi diri, penilaian sejawat, serta hasil presentasi.
4. Prinsip Objektivitas dan Keadilan (Objectivity & Fairness)
Penilaian dilakukan berdasarkan rubrik dan kriteria yang jelas, bukan atas dasar subjektivitas guru. Setiap karya dinilai sesuai indikator yang disepakati bersama di awal. Guru harus bersikap konsisten dan adil terhadap semua peserta didik tanpa membeda- bedakan latar belakang atau kemampuan awal.
5. Prinsip Keterbukaan (Transparency)
Kriteria, prosedur, dan hasil penilaian harus diketahui oleh peserta didik sejak awal. Peserta didik juga dilibatkan dalam memilih karya yang akan dimasukkan ke dalam portofolio. Manfaatnya: peserta didik memahami apa yang diharapkan dan dapat mengatur strategi belajarnya.
6. Prinsip Partisipatif (Participation)
Peserta didik berperan aktif dalam proses penilaian, mulai dari memilih, mengorganisasi, merefleksi, hingga menilai karya mereka sendiri (self-assessment) dan karya teman (peer- assessment). Hal ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran belajar.
7. Prinsip Reflektif (Reflection)
Setiap karya dalam portofolio sebaiknya disertai refleksi diri peserta didik mengenai apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan strategi untuk memperbaiki diri. Dengan refleksi, siswa tidak hanya menumpuk hasil kerja, tetapi juga memahami makna dari proses belajar yang dialaminya.
8. Prinsip Individualitas (Individualization)
Penilaian portofolio menghargai perbedaan individu. Setiap portofolio unik karena mencerminkan kemampuan, gaya belajar, minat, dan perkembangan masing-masing peserta didik. Tidak ada dua portofolio yang sama meskipun berada dalam kelas yang sama.
9. Prinsip Keterpaduan (Integration)
Penilaian portofolio harus terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran sehari-hari. Portofolio bukan kegiatan tambahan, tetapi menjadi bagian dari strategi belajar dan penilaian. Guru mengumpulkan bukti belajar dari kegiatan proyek, eksperimen, atau diskusi di kelas yang memang sudah dirancang dalam RPP.
10. Prinsip Akuntabilitas (Accountability)
Hasil penilaian portofolio harus dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dan administratif. Guru wajib menyimpan dokumentasi, rubrik, dan catatan perkembangan siswa sebagai bukti objektif bila dibutuhkan
