Tuesday, 14 July 2026

MEMELIHARA KOMUNIKASI DALAM WADAH ORGANISASI

0 comments

 


MEMELIHARA KOMUNIKASI DALAM WADAH ORGANISASI

Suatu petang, saya diminta untuk menjadi responden dalam hal menelisik kekuatan komunikasi dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Hal ini menjadi menarik karena akan dianalisis langsung oleh akademisi dari salah satu universitas. 

Menurut Peterson L. (dalam Murtafiah, 2019): Keterampilan sosial meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan, menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat, serta memberikan atau menerima feedback dan kritik. 

Dalam organisasi hal mendasar untuk memperkuat ruhnya adalah saling menghargai. Sangat mudah diucapkan dan bahkan sering dijadikan nasihat ringan. Namun praktiknya hal ini lah yang menjadi pangkal ketidakharmonisan. Setiap anggota organisasi punya kesibukan, punya ide, dan kadang punya misi tersembunyi. Idealnya mereka yang sudah menyatakan untuk menyatukan dirinya pada suatu organisasi berarti harus satu ide, satu misi, dan satu tujuan, yaitu tujuan organisasi itu sendiri. Jika tidak sesuai dengan seharusnya maka manajemen konflik diperlukan.

Tidak ada keharusan untuk mengikuti pendapat salah satu dari anggota organisasi, yang harus adalah setiap anggota boleh berpendapat. Namun yang menjadi polemik adalah jika salah satu pendapat anggota organisasi tidak diterima, individu tersebut menjadi kecewa atau menjadikan sebagai senjata untuk berperang pendapat pada pertemuan berikutnya. Begitu juga dengan menerima kritik. Kita hanya bertugas untuk menerima saja, bukan untuk mengikuti kritik tersebut. Masalah dijadikan sebagai bahan evaluasi atau tidak, itu perlu pertimbangan bersama. 

Dalam lanskap dewasa ini dengan alat dan media komunikasi digital, perlu menyesuaikan batasan-batasan komunikasi dan menata kembali polanya. Di satu bagian hal ini mempermudah organisasi dalam menjalakan program-programnya. Namun perlu dimitigasi bagian lainnya, yaitu kesalahpahaman. Kesalahpahaman antara konteks komunikasi langsung dan tidak langsung. 

"Hal terpenting dalam komunikasi adalah mendengarkan apa yang tidak dikatakan." - Peter Drucker

Continue reading →